Entahalah, semenjak 4 hari terakhir ini serasa basi banget. Eggak basi gimana? hidup gue hampa banget. Nganggur banget. Libur juga enggak, kegiatan juga enggak. Ih... aku benci hidup ditemani kegejean seperti ini. setiap kali pas bangun tidur bingung “what will i do?”.
Meskipun gue hidup dipondok sama aja. No program. Mungkin adanya kalo’ habis subuh, dan magrib. Sedangkan gue hidup disini 24 jam nonstop. Dan untuk waktu lain.. aku harus ngapain lagi?? Emang sih sebenernya 4 hari ini digunakan untuk persiapan alias GLADI FOR TAHTIMIDDURUS 2012/2013. Kalo belum tau apa itu Tahtimiddurus clik sini.  Sering kegiatan ngeboku terganggu gara-gara ada latihan anak2 nadoman, banjari, tari saman DKK(dan konco-konco). That’s so kempel you know. Tapi karna gue warga RWS(Republik Wong  Sosial alias arek IS) gue ya toleransi. Meski hati gue terus berdemo. Dan untuk tahun ini gue gak kebagian tampil apa2 tahun ini, jadi gue dijadikan boneka untuk menjaga registrasi. 
bakalan kyak gini deh.. dan more and more..

Dan itu gak butuh gladi kan. Jadi kerjaan gue tiap hari cuman mentengin laptop, makan, ngebo. 
daripada doing nothing.. OL dah..
Ya gitu-gitu aja. Ada sih buat ibadah dan ngaji(namanya juga pesantren) mungkin hanya 25%-an lah prosentasenya.
Dan absurdnya, di 4 hari akhir ini hari2 gue gak lepas dari kata “bingung”. Tapi, mumpung keamanan di pesantren gue lagi kendor. Jadi kita bisa berbicara bahasa terserah yang kita mau.
“Emang ada spesialisasi bahasa ya ris disana?”Tanya paijo sambil ngupil
“Iya lah, masak daily-life kita harus dan wajib berbicara bahasa inggris/arab”. Jawabku dengan jengkel.
Karena kekendoran keamanan kita bebes berbahasa jawa. Dan kata “bingung” diatas bahasa jawanya itu “bengong”. Tapi bukan “bengong” yang bermakna termenung terdiam memikirkan sesuatu/seseorang. Tapi kata “bengong” disini bhasa jawabya dari “bingung”. Sama aja sih kalo diliat dari abjadnya tapi beda makna plus beda versi bahasa.
Entahlah, temen-temen gue yang senasip dan sebengong seperti aku juga merasakan kebingungan akut. Hidup serasa NO TASTE.  Jangan kira seorang santri itu alim-alim, pinter ngaji dan rajin ibadah. Ada sih, ada kok yang seperti itu. But no me bray.....  
Hari ini adalah hari terakhir dari 4 days of bengong. Aku ingin segera berakhir kegejean tingkat nasional ini. Ya Allah... akhiri semua ini..

5:33 PM 4/29/2013
dan saat ini aku benar-benar merindukanmu
merindukan kedekatan kita yang dulu
merindukan kebodohanmu
pokok.e semua tentangmu
kau itu bajingan
yang berhasil menjajah hatiku
yang bisa menawar hatiku

dan aku tak bisa lagi
sebebas dulu menyatakan
rindu padamu
karena aku hanya ingin kamu
dan hatiku benar-benar menerima kelemahanmu
dan aku sadar ketiadaanmu
mengiris jiwaku

aku menulis ini
bukan hanya untuk merayumu
karena aku ingin
suatu hari kau tahu
mengenai lukaku
yang lebih dalam dari lukamu
sadarlah yg membuat lukamu
itu dirimu sendiri
aku bersikap acuh padamu
karena kau tak pernah mengerti aku

5 tahun berlalu,
Itulah setting waktu yang aku habiskan di pondok pesantren. Cepet banget ya, habis ini udah lulus. #menuju6tahun. Gak kerasa banget. Dan hidup di ponpes itu sama sekali beda dengan apa yang di usak-usuk di masyarakat. Yang katanya kalo dipondok itu dikekang terus. Perasaan juga eggak sih. Katanya anak pondok itu kemproh. Perasaan enggak juga sih. Yang katanya kalo dipondok makannya gak pakek lauk. Dan ini perasaan juga enggak sih.#ModalPerasaan. Dan akhirnya UKK udah berakhir dan agenda tahunan berikutnya yaitu pindahan kamar. Aku sih sebenernya mo tetep gitu gak pindah-pindah aja. Biar gak kayak manusia purba yang hidupnya nomadem(baca:berpindah-pindah). Tapi, karena kita disini hidup bersama jadi gak mungkin kita bisa tetep. Apalagi tempatnya juga terbatas. Gimana kalo ada santri baru? Mau ditaruh mana ? Jadi kita harus menyisihkan segalah sikap egosentris kita. Jadi, kurasa setahun itu pasti pindah kamar. Walaupun aku disini 5 tahun, aku itung ternyata udah 7 kali pindah kamar yaitu, GI, C2, I4, Y3, KI, HI, H2, dosen’s room. Dan pasti dalam pembagian kamar terjadi kontrovensi diantara kita.
Dan kukira aku udah puas nuangin curahanku diatas  tadi. Dan dalam postingan ini sebenernya aku mau ngebahas tentang JUDI ONLINE. Aku sih sebenernya juga gak begitu familiar denger kata-kata seperti itu.(sok suci) Jadi, Kupuskan tuk mendua bersosialisasi dengan mbah gugel. Eh ternyata aku gak diridhoi maksiat bray. Gini penampakannya...


Diinternet itu segala informasi ada mulai dari yang bermanfaat sampai yang bejat-bejat. Dan apapun  yang berhubungan dengan menggandakan uang/ dapet uang tanpa kerja itu semuanya judi. Dan yang berhubungan dengan judi itu haram. Memang di web servernya bilang gini “ ini bukan judi ” itu mah cuman akal-akalan doang. Biasa lah orang promosi itu gak kehausan akal licik. Disini gazwul fikri (perang pemikiran) kita harus berperan. Kita harus pinter-pinter memilah-milah mana yang benar ato tidak.
Analog lainnya yaitu seperti pengalaman pribadiku. Meski aku gak pernah ikutan yang seperti itu. Tapi aku punya pengalaman yang sangat mirip yaitu ketika aku bermain game. Biasanya gamers untuk menyukseskan acara gamingnya mereka membayar instansi cheat angine. Begitu juga aku akhir-akhir ini. Yang namanya cheat itu jelas curang.
Dan hubungannnya dengan judi apa loo?
Gini kalo didunia gaming kita bisa melakukan kecurangan dengan cheat angine. Namun dalam dunia profesi itu juga beda lagi. Lain lubuk lain ikannya. Jadi kalo di dunia profesi kecurangannya yaitu kalo bermain togel. Itulah jalan pintasnya menuju kekayaan di dunia.
Kalo di dunia game sih maklum lah kita bisa gunakan cheat engine. Karena sifatnya kan cuma  cari-cari kesenangan ato kesuksesan di dunia game. Namun aspeknya beda kalo kita bicara profesi itu sudah masuk kategori dalam dunia nyata kita. Meskipun kita maennya pake dunia maya.
Emang sih susah hidup di jaman sekarang. Namun itulah tantangan beroow.. jangan terobsesi dengan kekayaan broh. Ingatlah ada hari setelah kalian mati. Aku punya perumpamaan yaitu
1.     Istri pertama = gak di sayang, tapi mengantarkan kita kehadirat Allah
2.     Istri kedua = lumayan di sayang,
3.     Istri ketiga = disayang, dan rela tidur bersamamu
4.     Istri keempat = paling disayang, tapi tidak sudi mengantarmu walau mati
Realisasinya
1.     Istri pertama = amal ibadah kita. Sering kali kita kalo melakukan ibadah mesti merasa keberatan. Tapi amal itulah yang akan membantu kita menghadap kepada Allah.
2.     Istri kedua = istri beneran.
3.     Istri ketiga = kain kafan.
4.     Istri keempat = harta benda. Kita sering kali terlalu cinta terhadap dunia namun, ingatlah harta benda tidak akan mengantarkan kita ke akhirat.
Dengan perumpamaan diatas aku harap bero bisa mengambil hikmahnya lah. 
Pesenku jangan mati-matian mendapatkan sesuatu yang tidak mengantarkan ke akhirat. 

Mati
Aku semakin dekat
Aku takut
Tapi hariku semakin dekat
Jangan datang dulu malaikat
Aku belum membuat berkat
Belum menghias syahadat
Aku ingin sekarat
Sebelum kiamat
Aku ingin tobat
Sabelum terlambat
Aku ingin selamat
Bukan tersedak
Keramat tanpa isak
Jauhakan dari sesat
Yang dibuat-buat
Sadarku tidak lagi sesaat
Karena undangan itu semakin konkrit
Aku pergi berobat malaikat
Wahai malaikat pengambil maut
Jangan muat kesediahan dalam prosesnya

#DitulisDenganPenuhKesedihan