Jika ada yang ingin kita akhiri, mari kita bicarakan baik-baik bersama secangkir kopi pada sudut senja.
Jika ada yang ingin kita tindaklanjuti, mari kita pikirkan lagi dengan hati-hati, agar tak ada hati yang tersakiti.

Jika tak ada lagi yang bisa diperjuangkan, untuk apa kita saling menguatkan.
Tak akan ada yang lebih baik jika sama-sama tak saling mengabari, tapi hati sudah memalingkan diri.
Berbicara hati memang kadang menyulitkan, ada bagian tubuh yang lain--mungkin tak bisa menghianati. Misalnya air mata dan luka hati.

Berbicara hati, kita memang butuh mempersiapkan hati yang benar-benar suci; siap dilukai, siap ditinggal pergi--agar diridhoi sang ilahi.

Aku berharap kita tetap baik-baik saja. Namun bila semuanya telah berubah.
Aku bisa apa, aku sanggup menerimanya. Aku akan baik-baik saja sayang.
Jika pertemuan itu tiba, semoga kita saling menghadapi dengan tulus hati.

Peluklah aku sekuat mungkin, aku takut tiba-tiba hatiku tak sekuat yang kupikirkan saat itu.
Sebab bisa jadi, pertemuan ini tak terjadi lagi di kemudian hari.

#30HariMenulisSuratCinta

Entah, kata apa yang pantas menggantikan kebahagiaan yang teramat sangat. Pokoknya nanti malam harus sujud syukur.
Entah sudah berapa lama waktu yang aku habiskan untuk mengukir benda mungil di model rongga mulut kita yang dicetak dengan malam membentuk suatu phantom. Entah bentuk box, undercut, maupun dovetail.
Entah berapa pertanyaan, teguran, hinaan, sentakan, maupun cubitan. Aku seakan sudah sangat terbiasa dengan hal-hal seperti itu.
Ada yang bilang preklinik ialah neraka kecil bagi mahasiswa semester 3. Kadang teori amatiran bisa juga dibenarkan. Bagaimana tidak? Di panasnya surabaya ini, preklinik chamber tidak ada air conditioner--yang alasannya bahan-bahan kedokteran gigi nanti akan cepat setting time-nya.
Tak akan ada lagi rasa kemeng di ujung kaki, karena berjam-jam menopang tubuh dilengkapi dengan hak 5 cm.
Takkan ada cucuran keringat yang merintih "wahai dosen, bersahabatlah"
Takkan ada kepala yang terus merunduk sampai kenger.
Takkan ada debar jantung yang memompa 100 detak lebih per menit.
Takkan ada lagi sobekan darah, dari besi-besi penopang phantom yang kadang kala melukai anggota tubuh.
Takkan ada mulut ngowo, saat temen seperjuangan menceritakan proses perawatan mulai dari membuat outline, preparasi sampai tahap komunikasi teraupetik.
Takkan ada pertanyaan kampret
"Kok dorong mari ae see?"
Sumpah ini wtf banget, yang nanya itu pasti gak tau alur hidupku selama di preklinik.
Takkan ada kekhawatiran mencari gigi pengganti, jikalau nasib kita jelek pas preparasi giginya pervorasi alias jebol.
Takkan ada lagi Pak Agus, Bu Fitri, Pak Rozik, Bu Erni yang tiap malam menghantui di mimpiku.
Takkan ada lagi preklink konservasi, selamat datang klinik exodontia, konservasi, preventive dentistry, patologi gilut, KDPA, PIS, dan DA.
Akan ada perjuangan yang lebih hih setelah ini.

I will miss you~~

Dik, selamat atas berhasilnya lamaran hari ini. Akhirnya kau menemukan teman hidup yang semoga selamanya akan terus bersamamu dalam suka maupun duka.

Percayalah dik, jalan hidupmu masih panjang, masih banyak jalan bebatuan dan terjal yang belum kau lewati.

Tuhan memang tak pernah salah, seperti jodohmu. Memang orang baik akan menemukan orang baik.

Dik, mbok ya mbakmu ini didoakan agar gak jomblo terus-terusan. Biar malam minggu kalo ditanya malmingan bisa jawab. Biar kalo pulang kerja tengah malam ada yang nemenin. Biar ada yang nyemangatin kalo nugas kuliah. Biar ada yang menjadi sandaran kalo butuh asupan kasih sayang. Biar ada yang ngingetin sholat. Biar ada yang bayarin kalo jalan. Eh, Ya intinya biar gak kesepian.

Dik, ketahuilah aku tak setegar apa yang kau pahami dari pesan text yang aku kirimkan. Ketika aku menjawab "Alhamdulillah, bikhoir" sebenarnya aku sering dalam keadaan sakit, meski sekadar sakit hati. Ketika aku menjawab "iya lancar kok kuliahnya" padahal banyak sekali tugas-tugas yang menghantuiku untuk harus segera kuselesaikan.

Dik, mungkin aku sering berbohong padamu. Alasannya hanya aku ingin kau tetap bahagia, tanpa sebab tertular virus kesumpekan hidupku.

Dik, maaf jika aku menjawab pesan text mu terlalu singkat. Sebab aku takut salah paham atas jawaban dari pesan textmu. Ketahuilah aku kesusahan memahami isi pesan textmu yang berisi ejaan alay.

Dik sebenarnya tak ada yang salah dari text pesanmu yang alay, toh aku juga pernah mengalami masa itu.
Semoga engkau cepat menemukan jalan yang lurus. Jalan yang diridhoi oleh Allah Subhanahuwataalah.

Semoga engkau benar-benar bahagia dengan pilihanmu, apapun masalah yang menghadang perjalanan kalian sampai jenjang pernikahan, kumohon bertahanlah. Semoga untuk selama-lamanya. Amiiin.

Kemarin ketika aku ikut lamaranmu, ketahuilah ada beberapa degup jantungku yang ikut bergetar ketika acara sakral itu dilaksanakan. Apalagi detik-detik mendapat jawaban dari calonmu. Sungguh benar-benar mendebarkan.

Aku ikut merasa cemas dan merasa sangat bahagia dan lega ketika mendapat jawaban "purun(iya, mau)" dari sang calon pasanganmu dik. Trus, ketika doa-doa dipanjatkan aku merasa sangat menghayati setiap makna-makna dalam bahasa arab dan kali ini aku merasa tenang.

Ada sekeping hatiku, mengungkapkan diri "kapan aku dilamar?" hehehe
Memang kebahagiaan mudah menular ya, dik.
#30harimenulissuratcinta
 
fyi, ini sepupuku, yang mau nyepik brondong ini contack ya hehehe
Sakit gigi, ah mungkin suatu penyakit jarang diprioritaskan. Bukan masalah yang besar, jadi banyak yang nyepelehin. Lebih ngenesnya lagi, gak ada yang njenguk. Alah sakit gigi ajaa..

Mungkin bagi mereka yang belum merasakan sakit gigi, memang suatu hal yang remeh, padahal ada yang bilang mending sakit hati daripada sakit gigi. Bener kan?

"Pantes gigimu bagus gitu, makanya masuk jurusan gigi"
Sering statement diatas terlontar di depanku, padahal kalo mereka tahu penampakan gigiku sebenernaya kek gimana, duh ngeri banget. Sudah banyak yang hilang. dan yang perlu kalian tahu, masuk jurusan gigi gak harus giginya bagus/rapi. 

Sebenernya kalo dibilang malu sih, iya malu. Soalnya di statusku yang sekarang notabanenya mahasiswa keperawatan gigi, akan benar-benar diuji. Ya, biasanya memberi penyuluhan untuk menjaga kesehatan malah giginya juga malah gak ada. 
Kan sama aja kayak para dosen yang ngajar budaya anti korupsi, tapi doinya sendiri yang biasanya praktek korupsi.
Tapi, setiap orang pasti punya latar belakang yang berbeda-beda.
Nah, pas aku aja kena masa lalu yang kurang beruntung. Dulu aku termasuk orang yang rampan karies, dan pengetahuan tentang gigi sangat minim bangetlah. Mungkin, kalo sakit gigi ya minum obat. Sikat gigi aja kalo pas mandi aja, padahalkan yang bener setelah sarapan dan sebelum tidur malam. 
Sehingga dont know dont care deh kalo sakit gigi. Sampek temenku sering nertawain aku, 
haha kok bisa lu masuk jurusan gigi? Padahal lo kan complicated banget pada gigi. Ah sudahlah, aku terjerumus dalam lembah (mungkin) mebawa keberuntungan suatu hari nanti. #inihanyamenghiburdiriaja
Biasanya kalo sakit ya beli obat generik (ponstan), kalo sembuh ya sudah. Dibiarkan lagi.
link disini
Did you know guys??

Sakit gigi itu beda dengan penyakit yang lain yang tidak bisa dikasih obat saja bisa sembuh. Sebenarnya obat itu hanya analgesik yang berfungsi menghilangkan rasa sakitnya saja. Belum menyembuhkan penyakitnya.
Sakit gigi itu harus dilakukan perawatan, kalau tidak bakterinya akan terus melakukan penyerangan pada gigi kalian guys
Ya struktur gigi ada enamel (email), dentin, dan pulpa :

link disini 
Nah biasanya itu, kalo sudah mencapai pada pulpa itu mulai terasa sakit karena di pulpa ada pembuluh darah, syaraf, dan jaringan ikat. Biasanya kalo pulpitis biasanya dilakukan penumpatan. Namun pada tahap itu tidak dilakukan perawatan konservasi/penambalan gigi akan terus berlanjut sampek pulpanya mati dan gigi otomatis mati dan indikasi pencabutan. 

ini nih ada temen yang curhat ke aku..
sengaja tak hilangin identitasnya, ya mungkin menyinggung peresaannya.. heheh

Tidak semua gigi yang tidak dirawat akan menjadi indikasi pencabutan, calm down baby. Seperti temenku konsultasi diatas itu. yang seperti digambar itu. masih bisa dirawat dengan Perawatan Saluran Akar. Ya memang nominal untuk perawatan ini bisa dibilang cukup mahal, dengan frekuensi 4 kali kunjungan normalnya. 

Nah jika dibiarkan ada masalah yang lebih kompleks lagi, yakni gigi mati/non vital. Bukan masalah sudah selesai, belum pemirsa. Gigi yang dibiarkan akan menjadi fokal infection/sarang infeksi yang akan berpengaruh pada sistem sistemik tubuh kita.


KOK BISA?
“Kuman akan berkembang biak tanpa kendali di dalam rongga gigi dan pada akhirnya terjadi infeksi yang bukan hanya pada gigi, melainkan dapat bocor ke tulang di sekitarnya dan menyebabkan bisul pada gigi,” jelas Prof. Dr. drg. Hj. Melanie S Djamil, Mbiomed
Tidak hanya itu saja, beberapa infeksi antara lain, nephritis(radang ginjal), endokarditis(jantung), dermatitis(jaringan kulit), dan banyak lainnya guys.

Duh ngeri kan?? padahal sakit gigi aja bisa sampek segitunya..

PS : Kadang yang kita anggap remeh, bisa sangat membahayakan bagi tubuh kita.
So, Keep your health, brush your teeth twice a day, after breakfast and before night-sleep and check your health once a month at closer clinic.